Saturday, August 18, 2018

Sampai Jumpa Kofi Annan!



Tiga belas tahun silam tepatnya Sabtu, 24 April 2005 sekira pukul 11.30WIB Sekretaris Jenderal PBB Koffi Anan melintas di salah satu pintu di selesar tengah Gedung Merdeka.

Salah seorang anggota Paspampres yang bertugas di pintu itu menganggukkan kepala ke arah saya. Bergegas saya menghampiri sosok penting di organisasi suprastruktur dunia itu.

Sekilas berlangsung percakapan singkat. Ah, rupanya mesin pendingin ruang bekerja terlalu baik. Akibatnya, beliau harus ke restroom.

Kehadiran Beliau pada perhelatan perdana bangsa-bangsa kulit berwarna pasca berakhirnya Perang Dingin itu menandai kemajuan politik yang telah diraih bangsa Asia Afrika 63 tahun silam. Dalam balutan jas berwarna cerah Beliau dan sang istri bergabung dengan 1978 delegasi lainnya asal 106 negara Asia dan Afrika.

Saya mengingat kalimat Beliau yang paling krusial saat perhelatan KTT Asia Afrika 2005 adalah pentingnya membangun kesadaran baru tentang gugus kerja yang mampu mengakomodasi percepatan perubahan konstelasi ekonomi. Sedikit saja tak tepat atau terlambat, pola bisa berubah menjadi asimetri dan berujung ekploitasi.

Lebih dalam lagi Beliau mengungkapkan kekhawatirannya itu dalam sebuah jurnal bertajuk 'How can Asia help Africa?". Jurnal ini Beliau tulis beberapa tahun setelah perhelatan di Bandung pada tahun 2005.

Kekhawatiran-kekhawatirannya terefleksi pada kemunculan sejumlah kekuatan ekonomi baru di belahan bumi Asia. Kemunculan itu diiringi pula dengan kompetisi akan pemenuhan energi yang menjadi bagian dari penjamin keberlangsungan kekuatan ekonomi tadi.

Di sisi lain Afrika selain menawarkan ketersediaan energi juga ramah sebagai tujuan pasar atas sejumlah produk massal asal kekuatan ekonomi di Asia.

Singkatnya, Afrika tak ubahnya menjadi arena 'battle field' berbagai kepentingan kekuatan ekonomi tadi.* 

So long, Chief! Bon Voyage! Adieu!

No comments:

Post a Comment