Friday, June 8, 2018

Bulan Puasa di Negeri Singa

Konon pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, International Office pertama yang dimiliki pemerintah Indonesia di luar negeri adalah di Singapura.

Demikian buku Sejarah Diplomasi Indonesia terbitan Kemenlu tahun 1992 mengungkapkan upaya diplomasi perjuangan yang ditempuh dalam periode Revolusi Fisik untuk mendapatkan pengakuan de facto dan de jure.

Dari International Office ini juga pada masa itu tercatat sejumlah aktifitas pembelian senjata sisa Sekutu untuk memperkuat perlawanan bersenjata di tanah air. Senjata dibawa menggunakan kapal kecil yang disamarkan seperti kapal nelayan biasa.

Sayangnya, aktifitas itu terbongkar oleh NICA. Bung Hatta segera diutus oleh Bung Besar ke New Delhi untuk membeli sisa senjata Sekutu lainnya tapi Jawaharlal Nehru tak bersedia lantaran khawatir beresiko perang terbuka dengan Sekutu. Pasalnya, peristiwa terbongkarnya jual beli senjata di Singapura oleh media dan NICA bakal merembet ke India. Padahal India dan Sekutu sedang dalam tahap penyelesaian akhir sisa Perang Dunia II.

Namun, Nehru berjanji kelak membantu upaya pengakuan kedaulatan Indonesia dan janjinya tunai terbukti pada perhelatan Inter Asia Relation Conference di New Delhi yang dihadiri oleh PM Sutan Sjahrir.

Dalam pertemuan multilateral pertama bangsa-bangsa Asia itu PM Sjahrir pertama kali mengutarakan konsep politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Dah segitu aja.

No comments:

Post a Comment