Sabtu petang, 23 April 1955 di Gedung Dwi Warna Bandung PM Zhou Enlai di luar dugaan menyatakan bersedia berdialog dengan AS demi stabilitas kawasan Asia Timur.
Melihat manuver itu, PM Ali Sastroamidjojo lantas meminta kesediaan PM Zhou Enlai sekali lagi mengulangi pernyataan itu dalam sebuah konferensi pers yang dihelat di bilangan Ciumbuleuit.
Ratusan wartawan asal media nasional dan internasional berlomba-lomba mengabarkan kehebohan Ciumbuleuit itu melalui radiogram di Kantor Pos Besar Bandung.
Sayangnya John Foster Dulles tak memanfaatkan kesempatan itu. Baru kemudian di tahun 1972 Nixon berkenan membuka dialog dengan PM Zhou Enlai. Pertemuan itu melahirkan kesepakatan yang banyak mengutip sila-sila Dasasila Bandung.
Salah satu isi kesepakatan itu adalah PM Zhou Enlai menjamin kesediaan seluruh aktor di Asia Timur untuk bersikap kontra aliansi tanpa aliansi demi masa depan Asia Timur yang berdaulat, aman, dan sejahtera.
Genealogy hirarki di Asia Timur lahir dari kesepakatan itu.
No comments:
Post a Comment