Ilustrasi foto di salah satu sudut Kota Jakarta. (Sumber Foto: Facebook)
Pertama kali menginjakkan kaki di Gedung Societeit Concordia saya menerima tugas menghitung tiang bendera di ruas Jalan Raja Timur lantaran tak lama lagi akan dipasang 106 bendera asal benua Wakanda.
Tak hanya menghitung tapi juga memeriksa kelayakan tiang per tiang. Belum usai melaporkan hasil pemantauan, akibat mengetahui salah satu bahasa di negeri Wakanda, saya diminta mendampingi seorang kurator bendera asal sebuah organisasi internasional untuk memeriksa akurasi warna, ukuran, dan citra setiap bendera.
Usai itu, pada Jumat, 23 April 2005 serentak 106 bendera dikibarkan. Ada satu bendera yang memiliki warna tak akurat. Salah satu aid-de-camp asal negara itu misuh-misuh tak henti dalam bahasa Wakanda.*
Saya melipir sampai suara misuh-misuh itu lenyap ditelan kebisingan pasukan pengamanan.
Tiang yang saya hitung tadi, terutama di sekeliling Gedung Societeit Concordia dan Gedung Schouwbourg, ternyata pada titik tertentu ditanam di sejumlah makam kuno. Info ini berasal dari salah seorang tukang gali. Menurutnya, besi-besi tiang bendera itu baru terpasang sepekan sebelum perhelatan karena banyaknya kebutuhan tiang bendera di Bandara Kemayoran dan Bandara Andir.
60 tahun kemudian tiang-tiang bendera yang pernah menjadi simbol perlawanan negeri-negeri Wakanda itu dibabat oleh tukang-tukang atas perintah....ah syudahlah.

No comments:
Post a Comment